Konflik

Dalam perjalanannya tidak ada relasi yang lepas dari konflik, tiap individu lumrah menghadapi pertentangan dalam dirinya. Konflik jika disikapi dengan bijak akan berdampak pada perbaikan diri, disini konflik berperan sebagai koreksi atas diri dan mau memperbaiki. Disisi lain, jika konflik disikapi dengan amarah hanya akan mengakibatkan hal buruk, depresi dan berakhir pada rasa malu.

Konflik dipicu oleh perbedaan, baik itu perbedaan sudut pandang, pemikiran, paham/prinsip dan lain-lain.  Manusia yang egosentris akan sulit menghadapi konflik, karena hanya melihat sisi terang dari dalam dirinya saja dan yang lain hanya kegelapan. Biasanya konflik akan berakhir dengan tragis. Akan beda dengan manusia yang mau menerima perbedaan dan siap dikritik, konflik akan menjadi pembelajaran berharga.

Sebagai mahluk yang merasa mulia, sudah saatnya kita belajar menghadapi perbedaan dan konflik. Mengenali permasalahan dan mencari solusi dan menemukan pelajaran dari setiap perbedaan (permasalahan).

Mari kita ngopi 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s